Blog Orang Kampung
Blog Orang Kampung yang Nggak Kampungan
Kamis, 20 Oktober 2011
Jumat, 15 Juli 2011
Pemalas
Tidak pernah berpikir dan mengonsep masa depan.
Kerja tidak pernah atas kehendak sendiri, tapi selalu atas petunjuk orang lain.
Selalu menunda-nunda pekerjaan.
Takut akan kegagalan.
Tidak mempunyai tekad yang kuat.
Selalu mendengar apa kata orang lain ( tidak konsisten ).
Dari sekian masalah diatas banyak yang sesuai dengan tindakan saya. Tolong beri masukan supaya saya keluar dari sifat malas ini.
Mohon ditambahkan sifat apalagi yang membuat kita tidak sukses ! ditunggu yaa...!
Senin, 02 Agustus 2010
Antara Keterampilan dan Karakter
Dalam Ranah Pengembangan Sumber Daya Insani, dikenal istilah TASK. Seorang pekerja diperusahan dinilai dari empat kualitas diri yang dimilikinya. Yaitu, Talent (bakat), Attitude (sikap), Skills (kemampuan), dan Knowledge (pengetahuan). Keempat kemapuan itu secara signifikan akan menentukan keberhasilan selaku individu dalam menjalankan tugas-tugas perusahaan. Dan bisa diringkas menjadi dua kategori besar yaitu : Keterampilan (termaktub didalamnya kualitas Skills dan Knowledge) dan Karakter (mencakup Talent dan Atitiude).
Bagi perusahaan, keahlian atau keterampilan yang dimiliki setiap karyawan akan menetukan kontribusi yang dapat diberikan. Itulah sebabnya, menjadi wajar bila kebutuhan perusahaan akan karyawan dimulai dari penilaian terhadap keahlian yang dimilikinya.
Begitupun karakter memegang peran penting, karena menjadi fondasi nilai bagi keterampilan yang dimiliki setiap individu karyawan. Karakter inilah yag menjadi benteng kokoh dari serangan-serangan berbagai nilai yang merusak.
Kompetensi atau keterampilan menjadi ranah pengembangan SDI. Sebaliknya karakter sepatutnya berdaa pada ranah penarikan SDI. Karena kompetensi atau keterampilan lebih mudah untuk diasah dan dikembangkan dimasa depan dibanding karakter.
Tanpa memperhatikan keduanya, atau lebih mengedepankan keterampiln yang dimiliki saat ini tanpa memperdulikan karakternya, akan mengakibatkan preseden buruk bagi perusahaan. Alih-alih mencapai tujuan bisnis, justru semua kerja yang dilakukan akan semakin mengerdilkan ekstensi perusahan.
Sumber : Republika edisi Kamis, 29 Juli 2010